"Saya masih lapar gelar,” begitu kata juara dunia road race 2019, Mads Pedersen. Pembalap Trek-Segafredo ini menegaskan, menjadi juara dunia hanya sebuah permulaan. Dengan usia yang masih 24 tahun, Pedersen yakin masa depannya di balap sepeda akan cerah.

Menjadi juara dunia road race 2019, membuatnya percaya diri menjalani musim ini. Rider asal Denmark ini membidik sejumlah balapan untuk dimenangkan. Salah satunya adalah balapan Monumen Paris-Roubaix yang dilangsungkan 11 April mendatang.

"Saya memenangkan Paris-Roubaix Junior pada 2013 lalu. Saya ingin memenangkannya kembali. Tidak harus tahun ini. Saya tahu berapa sulitnya memenangkan balapan klasik itu," bilang Pedersen dalam laman Cyclingnews.

Selain Paris-Roubaix, balapaan Monumen lainnya yang ingin ia menangkan adalah Tour of Flanders. Pedersen memulai debutnya di Paris-Roubaix pada 2018 lalu. Pada saat itu ia langsung menjadi runner up.

"Saya masih lapar. Ini baru permulaan. Saya baru 24 tahun, dan saya ingin meraih lebih banyak gelar," tegas Pedersen. "Saya ingin berada di level atas, atas dan berjuang untuk balapan. Jika Anda cukup kuat maka semuanya menjadi mungkin," imbuhnya.

Pedersen sadar bahwa permainannya masih belum stabil pada tahun lalu. Bahkan ia belum pernah naik podium dalam 17 event yang diikuti sepanjang Februari hingga Juli 2019. Pedersen baru naik podium setelah menempati posisi ketiga di etape ketiga Tour de Pologne, 5 Agustus 2019.

Selepas itu, Pedersen puasa naik podium dalam sembilan event balap berikutnya. Ia baru pecah telur saat memenangkan Grand Prix d'Isbergues - Pas de Calais, 22 September 2019. Seminggu berselang, Pedersen menjadi juara dunia road race 2019 setelah finis pertama di Yorkshire.

"Sekarang saya perlu mencapai level atas dengan konsistensi. Ini tentang kepercayaan bahwa bahwa saya bisa berada di level atas setiap lomba," tegasnya.(mainsepeda)

 

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison
Jonas Vingegaard Out dari Tour de France 2026 karena Patah Tulang Selangka
Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit
Komunitas yang Merangkul Semua Klub Sepeda