Pembalap-pembalap muda Customs Cycling Indonesia (CCI) tampil memuaskan di CCI Series XXXI-Piala Bupati Lombok Barat 2019. Terbaru, Yosandy Darmawan Oetomo menempati posisi kedua dalam balapan criterium, Minggu (8/12) siang.

Nomor criterium adalah perlombaan terakhir yang dipertandingkan di CCI Series XXXI-Piala Bupati Lombok Barat 2019. Pembalap asal Malaysia, Wan Abdul Rahman Hamdan menjadi menempati posisi pertama.

Rider Terengganu cycling Team ini menyelesaikan balapan 27 kilometer (18 putaran), dengan perolehan 27 poin. Yosandy membuntuti di posisi kedua dengan 13 pon. Tempat ketiga diraih rider Terengganu lainnya, Mohd Hakimi Haikal dengan12 poin.

Pencapaian Yosandy melengkapi hasil manis yang diperoleh CCI pada ajang ini. Sebelumnya, pembalap yang masih berusia 19 tahun ini berhasil menempati posisi ketiga pada nomor Individual Time Trial (ITT), Jumat (6/12) kemarin. 

Pembalap CCI lainnya, Muhammad Ridwan berhasil menjuarai nomor Individual Road Race (IRR), Sabtu (7/12) siang. Rekan se-tim Ridwan di CCI Team, Chendy Septian sukses menduduki peringkat ketiga di nomor ini.

“Hasil di Piala Bupati Lombok Barat menjadi modal bagus untuk balapan berikutnya,” kata Samai, pelatih CCI. Setelah ini CCI akan turun di Tour de Selangor (2.2) pada 18-22 Desember mendatang. Balapan ini akan menempuh jarak 690.4 kilometer.

Sementara itu, Piala Bupati Lombok Barat 2019 menjadi yang ketiga, sekaligus rangkaian akhir CCI Series tahun ini. Yosandy keluar sebagai juara umum dengan koleksi 71 poin. Tempat kedua menjadi milik rider CCI lainnya, Ridwan dengan 57 poin.

Posisi ketiga menjadi milik pembalap Malaysia, Mohd Hakimi Haikal dengan koleksi 52 poin. Samai mengaku bangga dengan pencapaian anak buahnya. Ia bercerita, para pembalap CCI sebenarnya tidak dibebani target muluk-muluk.

“Alhamdulillah. Ini semua berkat kerja keras anak-anak. CCI Series sebenarnya ajang evaluasi anak-anak. Sebab tujuan kami adalah pembinaan,” bilang Samai kepada Mainsepeda.com, Minggu siang.

Samai memberikan acungan jempol kepada anak buahnya. Mereka selalu berusaha tampil maksimal dalam kondisi apa pun. Seperti saat mempersiapkan diri untuk balapan di Piala Bupati Lombok Barat 2019, misalnya.

Pembalap CCI tidak diangkut menggunakan pesawat atau kendaraan darat. Mereka bertolak ke Lombok naik kapal feri dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Perjalanan ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat memakan waktu kurang lebih 24 jam.

Toh rider muda CCI tak berleha-leha di atas feri. Sebaliknya, mereka menyempatkan diri untuk berlatih di geladak kapal. “Tak ada waktu bersantai. Meski sedang did alam feri pun harus tetap semangat latihan,” tutur peraih perak di SEA Games 2005 itu.

Samai berharap anak didiknya tidak cepat berpuas diri. Sebab perjalanan masih sangat panjang. “Masih perlu banyak evaluasi. Kami berharap mereka-mereka inilah yang akan tampil di SEA Games dua tahun nanti,” harapnya.(mainsepeda)

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Paris-Roubaix 2025, Ring Pertarungan Termegah Pogi Vs Van der Poel
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Cervelo S5 Disc: Pakai Stem Model “V” dan Fork Model “Jepit”
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)