Halooo, jumpa lagi. Kali ini saya ingin menulis beberapa hal yang bisa mempengaruhi dan menentukan apakah acara sepeda kita jadi happy (bahagia) atau tidak. Karena sudah jadi harapan para penghobi, bahwa kalau mereka bersepeda ujung-ujungnya ingin happy.

Memang, ada beberapa orang yang saat bersepeda tidak berpikir untuk happy, tapi itu karena bersepeda adalah tuntutan kewajiban. Misalnya tukang siomay atau tahu keliling.

Nah, karena tulisan ini ditujukan untuk penghobi, maka berikut tiga hal yang harus diperhatikan supaya acara bersepeda kita berakhir dengan baik dan menyenangkan:

1. Sepeda dan Kelengkapannya

Tentu kalau kita ingin bersepeda, selain diri kita hal lain yang harus disiapkan adalah sepeda itu sendiri. Mulai dari setelan, tekanan ban, serta memastikan fungsi-fungsi komponennya baik. Jangan lupa menyiapkan botol minum dan lampu.

Jika bersepeda ke daerah yang terpencil, maka sangat disarankan untuk membawa perlengkapan seperti ban dalam, tool kit, serta pompa kecil. Karena kita akan kerepotan jika mendapat musibah ban gembos, tapi tidak membawa cadangan.

 

2. Rute

Pilihlah rute yang menyenangkan, sesuai dengan kemampuan dan ketahanan Anda dalam menghadapi siksaan.

Rute yang lantai, singkat, dan berakhir di kafe mungkin adalah idaman cyclist perkotaan. Gowes secukupnya, dengan banyak sesi foto, plus berakhir dengan kopi nikmat dan makanan untuk menutupi kesenjangan kalori. Sebagian senang seperti ini.

Tapi, ada sebagian lain yang sepedaannya seperti travel antar-kota, bahkan antar-provinsi. Bila tidak melewati tanjakan minimal 1.000 meter, kaki mereka akan kesemutan, seperti orang sakau.

Beberapa yang lain lagi menyukai rute-rute panjang, antara 100-250 km. Pergi pagi pulang malam. Mungkin ini mereka yang punya banyak masalah di rumah, jadi mungkin bisa diselesaikan baik-baik, sehingga mungkin tidak perlu seperti ini.

Bila cyclist long distance diajak jarak dekat, mereka bisa ngambek karena kakinya bisa kram karena kurang gerak. Cyclist pecinta kopi kalau diajak jarak jauh, juga bisa ngambek karena belum tentu ada kopi enak di kejauhan.

Jadi, benar-benar sesuaikan dengan kemampuan.

Apa pun kesukaannya, jauh atau dekat tetap ada persiapan ektra. Di zaman sekarang ini, banyak aplikasi bisa membantu memberi informasi soal kondisi jalan. Alangkah menyebalkannya ketika sudah memilih rute, tapi kemudian terganggu karena macet akibat galian, kerusakan, atau yang lain.

 

3. Teman Bersepeda

Faktor ketiga ini sangat penting sekaligus sangat subyektif. Bisa membuat situasi susah jadi senang, sekaligus sebaliknya!

Pilihlah teman bersepeda yang "klik." Baik secara kemampuan maupun tabiat. Paling tidak, Anda paham sedikit mengenai kebiasaannya baik di atas sepeda maupun tidak.

Bersepedalah dengan teman-teman yang saling mengenal, yang speed-nya bisa saling menyesuaikan. Yang ikut berhenti saat Anda mengalami trouble, yang memperlambat laju sepedanya ketika Anda merasa lelah dan tertinggal dari rombongan. Yang menemani Anda ketika jalan menanjak semakin curam, yang terus memberi semangat tidak bersemangat meninggalkan. Yang membawa bekal banyak dan mau berbagi di saat Anda bonking dan lain-lain.

Nah, jika Anda punya teman seperti itu, pertahankan mati-matian. Karena di arena sepeda sangat sulit mencari teman seperti itu. Terus terang, sampai sekarang saya juga belum menemukan!

Paling tidak, inilah tiga hal yang bisa saya bagikan. Memang masih banyak faktor lain yang mempengaruhi bahagia atau tidaknya acara bersepeda. Tapi, minimal tiga hal ini bisa menjadi masukan.

Akhir kata, tetaplah main sepeda. Karena kalau Anda main basket website-nya bukan yang ini. Sekian.(Johnny Ray)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?