Primbon Hari Baik Bersepeda

| Penulis : 

Mengantongi ijazah sarjana antropologi dari universitas ternama dan tertua di Indonesia sudah pasti nggak baen-baen. Apalagi setelah mengoleksi 15 kartu mahasiswa alias 7,5 tahun kuliah. Seperti kata Darwin dalam evolusi manusia, survival of the fittest, yang mampu bertahan adalah yang paling kuat.

Itu cerita singkat sejarah pendidikan saya. Bukan karena saya bodoh dan malas garap skripsi lho ya. Tapi ya begitulah adanya.

Karena sekolah begitu lama, keilmuan saya pun nglothok. Ritual bersepeda pun menggugah minat saya untuk mengutak-atiknya. Kali ini, saya akan menganalisa primbon hari baik bersepeda!

Masyarakat Jawa dulu, atau bahkan sampai sekarang, selalu mengaitkan banyak hal dengan hari baik. Entah itu kegiatan sehari-hari, atau yang utama saat menyiapkan hajatan besar. Hari baik biasanya dihitung berdasarkan hari kelahiran atau weton. Bukan semaunya seperti hari baik orang pacaran.

Bagaimana dengan hari baik bersepeda? Karena bersepeda adalah soal bepergian, boleh saja menentukan hari baik berdasarkan weton menggunakan panca suda, seperti yang dilakukan orang Jawa. Yaitu menghitung neptu dengan menjumlahkan hari lahir menurut kalender masehi (Senin, Selasa, dan seterusnya) dengan hari pasaran menurut kalender Jawa (legi, pahing, pon, wage, dan kliwon).

Hasil penjumlahan akan menentukan kategori baik atau tidaknya. Yakni suku, watu, gajah, baya, atau ratu. Jika jatuh pada gajah dan ratu artinya baik untuk bepergian. Sebaliknya, tidak baik bila jatuh pada suku, watu, atau baya.

Jika tidak mau dianggap kuno, atau karena bukan orang Jawa, hari baik bisa dipilih lebih leluasa. Akhir pekan sudah jelas adalah hari yang sangat-sangat baik untuk bersepeda. Di luar itu, kita masing-masing punya kombinasi hari untuk latihan. Ada yang memilih Senin dan Kamis, ada yang Rabu-Jumat. Mana yang lebih baik? Mari kita utak-atik.

Senin dan Kamis:

Bagi yang bekerja kantoran, Senin adalah hari padat sedunia. Saking padatnya sampai orang membencinya alias I don’t like Mondays. Bagaimana dengan Kamis? Bagi yang bekerja dengan target, Kamis adalah hari berpikir keras karena tinggal tersisa Jumat untuk kejar target mingguan. Senin-Kamis juga mengandung konotasi negatif, menggambarkan kondisi yang berat alias ngos-ngosan.

Rabu dan Jumat:

 

Menurut saya sih nggak perlu lagi diutak-atik. Nggak perlu dianalisa. Rabu dan Jumat sudah pasti hari baik. Buktinya, ada merek sepeda Wdnsdy (baca: Wednesday) dan Bike Friday. Sudah pasti kedua brand tadi memilih nama tidak asal-asalan. Pasti sudah direstui penasihat spiritualnya. Berdasarkan hari baik (feng sui) agar selalu hoki dan jauuuuuh dari jiong (sial). Gimana? (dewo pratomo)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?