Chris Froome rupanya belum sepenuhnya pulih, meskipun sudah kembali ke lintasan balap. Superstar Team Ineos itu membutuhkan operasi lain untuk memastikan kondisinya benar-benar siap menghadapi musim balapan tahun depan.

Sebagaimana diketahui, Froome mengalami kecelakaan parah di Criterium du Dauphine, Juni 2019. Ia jatuh dari sepeda, lalu menabrak dinding. Rider 34 tahun ini mengalami patah tulang paha, patah siku, tulang dada, dan tulang belakang.

Froome sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga pekan. Setelah kondisinya membaik, Froome berlatih di sepeda statis. Froome kembali membalap akhir pekan lalu. Ia ambil bagian di Tour de France-Saitama Criterium 2019.

Hanya saja Froome tidak berpartipasi pada agenda utama di event ini, yakni balapan criterium. Ia hanya turun pada nomor Individual Time Trial (ITT). Froome mengaku belum sepenuhnya siap untuk kembali balapan di dalam peleton.

“Saya masih perlu membangun kekuatan agar bisa mencapai level itu,” ucap Froome dalam laman resmi Saitama Criterium.

Dalam sebuah wawancara dengan Eurosport di Jepang, leader di Team Ineos ini mengungkapkan rencana untuk naik ke meja operasi lagi. Itu dilakukan untuk mengangkat pelat logam yang masih menempel di tubuhnya.

“Saya sangat beruntung karena bisa kembali naik sepeda lagi hingga mencapai tahap ini. Saya memiliki beberapa luka yang mengerikan, dan saya masih harus dioperasi lagi untuk mengangkat logam di pinggul dan siku saya,” ucap Froome seperti dituturkan pada Cyclingnews.

Froome juga mengungkapkan tentang bagaimana ia menggunakan kruk untuk berjalan. Bahkan, ia harus menggunakan kruk sebagai penyangga saat akan naik ke sepedanya.

“Yang membuat saya masih pincang itu adanya pelat di pinggul. Itu pula menjebak beberapa tendon, dan saya merasa sulit untuk menekannya ketika harus berjalan,” ungkapnya. 

Froome kembali memastikan akan masuk ruang operasi dalam waktu dekat. Setelah itu ia membutuhkan waktu istirahat selama beberapa minggu. Froome berharap bisa berlatih secara normal lagi pada Desember mendatang. 

“Saya berharap bisa kembali balapan paling lambat Februari nanti. Saya akan memulainya dari sana. Sungguh!” tegasnya.

Dia berharap empat bulan berikutnya bisa kembali turun ke Tour de France dalam kondisi normal. "Itu tujuan saya terbesar saya. Saya merasa sangat dekat dengan gelar kelima saya di Tour de France,” tutup Froome.(mainsepeda)

 

Foto: Twitter Chris Froome

Populer

12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Anniversary Bangers Berkado Jersey Baru
Kuat Berkat Indoor Training
Ada Campagnolo Super Record 12-Speed EPS di Tour Down Under
Benarkah Ban 25 Mm Lebih Cepat dari 23 Mm?
Tetap Bergunung-Gunung di Vuelta a Espana 2019