Young Guns CCI Matangkan Diri di Purworejo

| Penulis : 

M. Ridwan, salah satu pembalap muda Customs Cycling Indonesia (CCI)

Para pembalap muda Customs Cycling Indonesia (CCI) terus mematangkan diri. Terbaru, mereka ambil bagian dalam CCI Series XXX-Bupati Purworejo Cup II digeber 25-27 Oktober 2019. Ajang tahunan ini diikuti oleh 54 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Slovenia. 

CCI menurunkan dua pembalap pada kategori tertinggi, yakni Men Elite. Mereka adalah Yosandy Darmawan Oetomo dan Muhammad Ridwan. Keduanya sama-sama berusia 19 tahun. Mereka digadang-gadang sebagai pembalap masa depan Indonesia.

“Butuh waktu sekitar dua tahun lagi agar mereka semakin matang,” kata Samai Amari, pelatih CCI. 

Event CCI Series XXX-Bupati Purworejo Cup II dibuka dengan balapan Individual Time Trial (ITT), Jumat (25/10). Jaraknya 9.9 kilometer. Start dan finisnya di Jalan Raya Geparang.

Aiman Cahyadi dari PGN Cycling Team berhasil finis pertama dengan catatan waktu 12 menit 6.003 detik. Rekan Aiman di PGN, Odie Purnama Setiawan finis kedua. Posisi ketiga ditempati Dealton Nur Arif Prayogo dari KGB. Sementara, Yosandy, dan Ridwan finis di posisi ke-15 dan 21. Terpaut satu menit di belakang Aiman.

Yosandy Darmawan Oetomo

Balapan berlanjut ke nomor road race, Sabtu (26/10). Para peserta melahap rute sejauh 93.9 kilometer. Start dan finisnya di Kantor Bupati Purworejo. Jalurnya rolling, cocok untuk pembalap dengan tipikal pendaki.

Tanjakan terberat berada di kilometer ke-78. Lokasinya di daerah Gebang. Panjang medan mendakinya sekitar 8 km. Tingkat kemiringan maksimalnya mencapai 24 persen. Selain itu, medannya juga sempit. Aspalnya kriting dan berpasir. 

Pembalap tim nasional Malaysia, M. Zawawi Azman berhasil finis pertama dengan catatan waktu 2 jam 5 menit 16 detik. Tempat kedua diduduki Jamalidin Novardianto asal PGN. Posisi ketiga diisi rekan Zawawi di tim nasional Malaysia, Sofian Nabil Omar Bakri.

Rider muda CCI, M. Ridwan berhasil finis di posisi ketiga. Ia terpaut gap 5 menit 23 detik dari pemenang balapan. Sedangkan Yosandy finis ke-23 dengan gap 8 menit 38 detik.

Setelah menyelesaikan road race, duo pembalap CCI harus bertarung pada nomor criterium, Minggu (27/10). Seluruh rider harus melahap rute sejauh 27 kilometer. Mereka akan mengitari pusat Kota Purworejo. Start dan finisnya di kantor Bupati Purworejo.

Kedua rider muda CCI itu diharapkan tampil maksimal. Jika ingin menjadi pemenang, Yosandy, dan Ridwan harus mengalahkan para pembalap top Indonesia. Sebut saja, Aiman Cahyadi, Odie Purnama, Dealton Prayogo, Robin Manulang, Jamal Hibatullah, hingga Bernard Benjamin Van Aert.

Samai ingin anak asuhnya tak gentar meski harus bersaing dengan pembalap senior. Apalagi, pada nomor ITT, mereka hanya berjarak semenit dari Aiman Cahyadi, pemenang lomba.

“Semua lawan sebenarnya sama. Tergantung posisi saat balapan. Kalau posisi kami menguntungkan, kami bisa finis di depan,” ujar Samai.

Mantan pembalap nasional itu ingin mengetahui sampai sejauh mana kemampuan anak-anak asuhnya. "Ini sebagai bahan evaluasi kami untuk ke depannya," ucapnya.(mainsepeda)

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul