Drama langsung mewarnai etape pembuka Vuelta a Espana 2019, Sabtu (24 Agustus, Minggu dini hari WIB). Tim Astana berhasil meraih kemenangan di etape team time trial (TTT) sejauh 13,4 km itu, mengantarkan Miguel Angel Lopez meraih red jersey pertama. Sedangkan nasib buruk dialami Jumbo-Visma, yang mengalami kecelakaan dan kehilangan banyak waktu.

Di atas kertas, rute pendek di Torrevieja ini seharusnya tidak menjadi pembeda besar antara satu tim dengan yang lain. Namun, hal-hal kecil bisa menjadi bencana.

Sementara Astana tampil mulus, tidak demikian dengan Jumbo-Visma. Tim Belanda itu seharusnya jadi unggulan setelah memenangi etape serupa di Tour de France. Namun, mereka sudah berantakan sejak awal.

Sepp Kuss, salah satu pembalapnya, mengalami kerusakan sepeda di awal. Kemudian, seorang pembalap lain terpeleset bagian jalan yang basah, mengakibatkan tiga pembalap terjatuh. Termasuk di antaranya Primoz Roglic, salah satu unggulan yang punya ambisi meraih juara overall.

Tony Martin, mantan juara dunia TT, mampu sedikit menyelamatkan tim, menarik pasukannya hingga hanya kehilangan 40 detik dari Astana. Namun, di etape yang seharusnya mereka kuasai, situasinya justru jadi etape di mana mereka kehilangan banyak waktu.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah kondisi Roglic. Pembalap Slovenia itu mengalami luka-luka, dan itu bisa mempengaruhi performanya pada 20 etape yang masih harus dijalani.

Petaka Jumbo-Visma ini juga mempengaruhi tim super Belgia, Deceuninck-QuickStep. Salah satu mobil Jumbo-Visma parkir di posisi jalan yang kurang baik, membuat pasukan QuickStep nyaris mengalami kecelakaan besar juga.

Tapi tim itu mampu menguasai keadaan walau harus menata ulang “kereta.” Alhasil, QuickStep hanya kalah dua detik dari Astana. Andai tidak mengalami masalah itu, mungkin QuickStep-lah juara etape ini.

Setelah etape pembuka yang mendebarkan, Minggu ini (25 Agustus), etape kedua La Vuelta kembali harus membuat semua waspada. Rute 199,6 km dari Benidorm ke Calpe adalah rute yang konstan naik turun. Kalau ada masalah, para unggulan bisa kembali kehilangan banyak waktu! (mainsepeda)

Hasil Etape 1 Vuelta a Espana 2019 (TTT)

1. Astana Pro Team 14 menit 51 detik

2. Deceuninck-QuickStep 0:00:02

3. Team Sunweb 0:00:05

4. EF Education First 0:00:07

5. Bora-Hansgrohe 0:00:14

6. CCC Team 0:00:16

7. Movistar Team 0:00:16

8. Groupama-FDJ 0:00:17

9. Mitchelton-Scott 0:00:18

10. Lotto Soudal 0:00:19

11. Team Ineos 0:00:25

12. Bahrain-Merida 0:00:26

13. Katusha-Alpecin 0:00:33

14.  Dimension Data 0:00:34

15. Trek-Segafredo 0:00:35

16. Caja Rural-Seguros RGA 0:00:37

17. AG2R La Mondiale 0:00:37

18. Team Jumbo-Visma 0:00:40

19.Cofidis Solutions Credits 0:00:43

20. Euskadi Basque Country 0:00:46

21. UAE Team Emirates 0:01:07

22. Burgos-BH 0:01:22

General Classification usai 1 dari 21 Etape

1. Miguel Angel Lopez (Kolombia), Astana, 14 menit 51 detik

2. Dario Cataldo (Italia), Astana

3. Jakob Fuglsang (Denmark), Astana

4. Ion Izagirre (Spanyol), Astana

5 Luis Leon Sanchez (Spanyol), Astana

6. Gorka Izagirre (Spanyol), Astana

7. Philippe Gilbert (Belgia), Deceuninck-QuickStep + 2 detik

8. Fabio Jakobsen (Belanda), Deceuninck-QuickStep

9. Zdenek Stybar (Rep. Ceko), Deceuninck-QuickStep

10. Max Richeze (Argentina), Deeuninck-QuickStep

Foto : Bettini Photo 

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Paris-Roubaix 2025, Ring Pertarungan Termegah Pogi Vs Van der Poel
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Cervelo S5 Disc: Pakai Stem Model “V” dan Fork Model “Jepit”
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)