Saat ada even balap sepeda Tour de Girik di Lamongan bulan Juli 2019 lalu ternyata banyak peserta yang berasal dari Gresik. “Sekitar 30 cyclist dari total 75 peserta berasal dari Gresik. Padahal even itu mengundang komunitas dari kita lain seperti Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban,” bilang Asril Kurniadi, salah satu founder Grissee Cycling Community ini.

Sepulang dari even itu, beberapa cyclist Gresik terpacu untuk membuat komunitas sendiri. Asril duduk bersama Jimmy Saidi, Firmansyah, Rosyad Ali, Ahmad Masnur, dan Rachmad Wahyudi untuk merumuskan pembentukan komunitas baru kota semen ini.

Mereka memiliki visi menjadi wadah pengguna sepeda road bike dalam menjalani hobinya. “Kami punya misi mengajak masyarakat Gresik untuk hidup lebih sehat dengan bersepeda,” bilang Jimmy.

Soal nama, dipilihlah Grissee Cycling Community. Artinya Gresik dalam bahasa Belanda. “Beberapa tulisan Grissee masih ada di beberapa bangunan tua peninggalan Belanda yang ada di kota Gresik ini. Selain itu, nama Grissee lebih enak didengar dan disuka oleh generasi milenial,” bilang Asril lantas tertawa.

Agenda pertama Grissee Cycling Community adalah menggaet anggota. Cara paling mudah yakni lewat media sosial Facebook dan dari mulut ke mulut. Tak terasa, sudah terkumpul 58 cyclist dalam hitungan beberapa bulan ini.

Tak ada struktur organisasi resmi karena memang Grissee Cycling Community ini lebih pada kumpul-kumpulnya dan ingin menggalakkan olahraga sepeda. “Tidak perlu ruwet. Pokoknya ketemu, gowes, ngobrol, senang-senang aja,” imbuh Asril.

Sementara waktu ini, jadwal ride komunitas yang menggunakan jersey buatan SUB Jersey Surabaya ini adalah hari Sabtu dan Minggu. “Dua hari itu adalah hari paling fleksibel. Karena mayoritas anggota kami adalah pekerja kantoran jadi weekdays agak susah,” bilang Jimmy. Rutenya bisa ke Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, bahkan Madura.

Mendeklarasikan Grissee Cycling Community, hari Minggu 4 Agustus mereka mengadakan ride perdana bersama seluruh anggota menggunakan jersey baru. Mengambil start dari Taman Bundaran GKB dan ride sejauh 30 km keliling kota. Kembali ke Taman Bundaran GKB dilanjutkan dengan foto-foto dan makan-makan.

“Untuk saat ini, kami welcome terhadap seluruh cyclist Gresik dan sekitarnya untuk menjadi anggota Grissee Cycling Community. Syaratnya mudah aja, punya road bike dan ingin sehat! Cukup beli jersey seragam seharga 295 ribu saja lalu monggo ride bersama kita!” tutup Asril. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Jonas Vingegaard Out dari Tour de France 2026 karena Patah Tulang Selangka
Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit
Komunitas yang Merangkul Semua Klub Sepeda